kali ini aku akan share ke kalian tentang sejarah musik jaman dahulu (bahola) samapi jaman modern. oke langsung saja ya ! :D
SEJARAH MUSIK DAN PERKEMBANGANNYA
Perkembangan Musik
Dunia
Musik sudah ada sejak Zaman
purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara
kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat.
Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan
juga untuk urusan duniawi.
1 1. Zaman Ars Antiqua ( 600 – 1400 )
Musik Ars antiqua merupakan bagian dari
musik pada zaman abad pertengahan (600 – 1400 ).
Pada zaman abad pertengahan terdapat
2 era yang menonjol yaitu :
1. Ars antiqua
2. Ars Nova
Ars Antiqua adalah yang dalam
bahasa latin disebut “seni Kuno” atau
“seni lama” . Ars antiqua memiliki rentang waktu antara tahun 1100 – 1300 di
Prancis. Berawal dari Cathedral de Notre Dame dan kebanyakan muncul di
nyanyian-nyanyian pendek dan lagu gereja gregorian.
Musik selama periode ini mempunyai
karakteristik dengan menambahkan harmoni ke dalam lagu dan mempunyai kontrapung
yang canggih. Jenis musik ini dikenal sebagai organum atau bentuk bernyanyi
dalam 3 bagian harmoni. Bentuk musik lain yang penting pada zaman ini adalah
“motet” ( komposisi paduan suara yang sangat bervariasi menggunakan pola irama
).
Komponis seperti Hildegard von
Bingen , Leonin, Perotin , Franco Cologne dan Pierre de la Croix mewakili Ars
Antiqua, tetapi banyak bekerja selama periode ini tetap anonim.
Ars Nova, yang dalam bahasa Latin berarti
"seni baru," membentang antara 14 dan abad ke-15 terutama di Prancis.
Periode ini melihat penemuan notasi modern dan pertumbuhan popularitas motet
tersebut. Salah satu jenis musik yang muncul selama periode ini adalah putaran;
dimana suara masuk satu demi satu pada periode reguler, mengulangi persis
melodi yang sama. Komponis penting selama periode Ars Nova termasuk Philippe de
Vitry, Guillaume de Machaut , Francesco Landini dan komposer lainnya yang tetap
anonim.
1 2. Zaman abad Pertengahan ( 1000 – 1500
)
Musik
abad pertengahan dimulai dari jatuhnya kerajaan Romawi dan berakhir di sekitar
pertengahan abad ke 15. Akhir dari musik diperkirakan sekitar tahun 1400,
bersamaan dengan dimulainya musik era renaissance. Namun, pada era pertengahan,
mahalnya harga kertas kulit dan juga banyaknya waktu yang diperlukan untuk
menulis hal tersebut, pembuatan manuskrip musik menjadi sangat mahal. Karena
mahalnya biaya yang diperlukan, hanya beberapa pihak tertentu saja yang bisa
menulis manuskrip, apalagi hanya untuk sebuah musik. Hanya gereja dan institusi
gereja seperti monastery. Musik-musik sekuler dan musik pengorbanan juga
diciptakan oleh gereja. Notasi pada awal era pertengahan tidak mempunyai rhythm
yang khusus. Musik yang ada di era tersebut adalah musik-musik yang monophonic
dan homorhythmic.
Instrumen-instrumen
musik pada era pertengahan masih ada beberapa yang eksis hingga sekarang,
meskipun telah berubah bentuk. Contohnya, kalau flute pada era modern terbuat
dari perak atau logam yang lain, maka pada era pertengahan terbuat dari kayu.
Flute pada saat itu bisa ditiup dari samping maupun dari ujung. Lalu juga ada
instrumen recorder yang masih mempertahankan bentuknya hingga sekarang. Pada
era pertengahan, recorder bernama gemshorn. Alat musik gemshorn ini berbentuk
recorder dimana banyak lubang untuk jari tangan kita didepannya, meskipun
sebenarnya gemshorn masih termasuk keluarga ocarina. Selain itu, masih ada alat
musik yang merupakan cikal bakal dari flute modern. Alat musik itu adalah pan
flute. Pada era pertengahan, pan flute sangat popular dan berasal dari
Hellenic. Alat musik ini diciptakan dari kayu dan diproduksi dalam ukuran
berbeda untuk menciptakan nada-nada yang berbeda pula.
Abad pertengahan adalah jaman antara
hilangnya kebudayaan antik (kuno serta primitif) dan timbulnya kebudayaan baru
(renaissance) Pada periode musik jaman
ini seorang bangsa prancis bernama Guido
Aretinius d'arrezo menemukan sistem membaca notasi. Musik pada jaman ini mengalami perkembangan
yang pesat. Pusat kebudayaan pada abad ini ada pada gereja. pada jaman ini
musik liturgi berkembang pesat.
Ciri-ciri musik abad pertengahan :
1. Peranan paduan suara yang menyanyikan
lebih dari satu suara semakain berkembang
2. Ditemukannya notasi dan pencatatan
nada.
3. Masuknya musik keduniawian bersuara
satu
4. Berkembangnya musik polyphoni (Lagu
bersuara banyak)
5. Berkembangnya nyanyian keagamaan dan
untuk pertama kalinya nama-nama komponis muncul dalam sejarah.
Beberapa Tokoh musik :
- -- Guido
d' arezo, (1050)
- -- Willem
Guilaume Dufay (1400)
- -- Adam
de la halle (1287)
-
- Hanz Sachs (1471)
1 3. Zaman abad Renaissance ( 1500 – 1600 )
Musik
era ini adalah musik di antara tahun 1400 sampai tahun 1600. Penentuan batas
awal zaman musik ini sulit dilakukan karena tidak terdapat perubahan besar
dalam musik pada abad ke-15, selain juga bahwa musik dalam perkembangannya
mendapatkan ciri-ciri "Renaisans" secara bertahap. Zaman ini
berlangsung sesudah Zaman Pertengahan
dan sebelum Zaman Barok.
Dalam
masa Renaissance sebagaimana dengan Zaman Abad Pertengahan, musik Vokal
dianggap jauh lebih penting dari musik Instrumental. Di Era ini manusia menjadi
sadar akan martabatnya sebagai pribadi. Renaissance dapat juga diartikan sebagai
periode dalam Sejarah Eropa Barat dimana manusia mulai melakukan eksplorasi
terhadap dunia, baik melalui perjalanan atau penjelajahan ke Timur maupun ke
Selatan belahan bumi, tetapi mereka juga gemar mengembangkan ilmu pengetahuan
dan kesenian.
Genre
musik pada era ini sangatlah bervariasi, Genre yang sangat terkenal adalah mass, motet, madrigal spirituale, dan juga laude. Beberapa komponis terkenal pada
zaman ini adalah
- Giovanni Pierluigi da Palestrina
- Orlande de Lassus
- William Byrd
- Giovani Gabrieli
- Galilei
- Jean Baptiste Lully
- Giovanni Pierluigi da Palestrina
- Josquin des pres
- Martin Luther King
Ciri-ciri musik :
- - Berkembangnya musik romantis, nyanyian keperwiraan dan musik A capella.
- - Musik gereja mengalami kemunduran
- - Banyak perubahan tempo dan dinamik yang tajam, melodi lagunya masih pendek.
- - Bentuk lagunay Motet, missa dan fantasi
- - Mulai dikenalnya alat musik Orgel dan piano.
- - Sifat kebersamaan menurun dan sifat egoisme menonjol.
- - Munculnya musik instrumentalia.
Di era ini, juga terdapat
komposer-komposer Besar gitar klasik pada era Renaissance. Pada masa ini Gitar sudah dikenal
orang dalam bentuk aslinya (nenek moyang gitar) yaitu Vihuela yang juga
memiliki 6 senar. Para komposer dan gitaris/repertoire yang hidup dan populer
dimasa itu antara lain :
-
1. Luis de Milán (1536)
-
2. Luis de Narváez (1538)
-
3. Alonso Mudarra (1546)
-
4. Valderrábano (1547)
-
5. Diego Pisador (1552)
-
6. Miguel de Fuenllana (1554)
-
7. Estevan Daça (1576)
1 4. Zaman abad Barok dan Rokoko ( 1600 –
1750 )
Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque),
kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman
Renaisans dan sebelum Zaman Klasik. Sebenarnya, kata "Barok" itu
berarti "mutiara yang tidak berbentuk wajar", sangat pas dengan seni
dan perancangan bangunan pada era ini; kemudian kata ini juga dipakai untuk
jenis musik itu.
Ciri-ciri dari musik
Barok, antara lain:
Ø
Melodi cenderung lincah.
Ø
Banyak menggunakan
ornamen.
Ø
Ada dinamik forte dan
piano.
Ø
Harmoni dua nada atau
lebih berbunyi bergantian (polifonik/kontrapung).
Ø
Lazimnya hanya
mencerminkan satu jenis emosi saja.
Para komponis musik Barok
membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam
memainkan instrumen musik. Era musik Barok
juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak
sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik
klasik dimainkan dengan sangat baik di era ini.
Beberapa komponis zaman Barok:
- George
Friederich Handel
- Antonio Vivaldi.
- Johann
Pachelbel
- Claudio
Monteverdi
- Henry
Purcell
- Jean-Philippe
Rameau
- Johann Sebastian Bach
Musik Barok lazimnya hanya mencerminkan satu
jenis emosi saja. Dibanding dengan Musik Klasik dan Romantik, musik Barok
jarang mempunyai modulasi atau rubato. Untuk komposisi piano, pedal jarang
digunakan saat memainkan music Barok.
Komponis-komponis
pada Zaman Barok
Pada zaman barok dan rokok ini, ada dua komponis yang sangat berpengaruh,
yaitu :
A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli
1750 di Lipzig Jerman Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1.
St. Mathew Passion.
2.
Misa dalam b minor.
3.
13 buah konser piano
dengan orkes
4.
6 buah Konserto
Brandenburg
Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik
Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental. Pada
akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B. George Federic Handel
Handel lahir di Halle, kota kecil di Jerman Tengah pada tanggal 23 Februari
1683. Ayahnya seorang Ahli Bedah dan tukang cukur. Banyak karya yang dihasilkan
Handel. Di antaranya:
1.
2 oratorio
2.
17 kantata sekuler
3.
Karya-karya liturgy
4.
Musik ‘Dixit
Dominus’(1707) dan ‘Messiah’
5.
Opera ‘Agrippian’(1709),
‘Rinaldo’(1711), {‘Tamerlano’, ‘Rodelinda’, Giulio Cesare’} Ketiganya dibuat
hampir bersamaan (1724-1725)
Handel meninggal dunia setelah kesehatannya terganggu. Matanya terancam
buta. Ia meninggal dalam usia 74 tahun pada tanggal 13 april 1759 dan di
makamkan di Westminster Abbey, London.
Era Baroque berkhisar tahun 1600-1750 yang merupakan masa
peralihan dari Era Renaissance ke Era Classical. Pada era ini menjadi cikal
bakal perkembangan Gitar Klasik dan menjadi lebih modern bila dibandingkan
dengan Era Renaissance. Model Gitarnya lebih kecil dan lebih ringan dan
memiliki senar terbuat dari usus dan memiliki 5 Senar dan frekuensi nada masing-masing
senar sudah mulai standar yang dikemudian hari dipakai untuk Gitar Modern. Para
Komposer/Komponis & Repertoir (Gitaris) yang sangat terkenal pada Era
Baroque ini anatara lain;
Ø Gaspar Sanz 1640 – 171
Ø Robert de visee 1658 –
1725
Ø Fransisco Guerau 1649 –
1717
Ø Francesco Corbetta 1615 –
1681
Ø Santiago de murcia 1682 –
1740
5. Zaman abad klasik ( 1750 – 1820 )
Periode kedua dalam
musik klasik adalah periode Classical.
Periode ini dimulai dari tahun 1750 sampai dengan tahun 1820. Dimulainya
periode ini ditandakan dengan kematiannya komponis baroque yang sangat terkenal yaitu Johann Sebastian Bach. Hal yang
dititik beratkan pada pembuatan musik dalam periode ini adalah kesimetrisan
lagu.
Salah satu ciri musik
pada periode ini adalah mereka banyak menggunakan suatu struktur musik yang
disebut sebagai sonata form. Sonata
form ini adalah struktur musik dimana ada sebuah tema yang besar (kita sebut
sebagai A), yang dilanjutkan dengan tema yang berbeda (kita sebut sebagai B),
dan pada akhirnya kembali lagi ke tema awal (kembali lagi ke A). Dari
penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa struktur tersebut membuat bentuk
musik dengan tema “A-B-A”. Sonata form ini banyak digunakan oleh berbagai
komponis. Mulai dari Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, sampai
Joseph Haydn semuanya menggunakan bentuk musik seperti ini.
Beberapa hal yang
berbeda diantara periode Baroque dan Classical adalah kompleksitas struktur
musiknya. Pada zaman baroque
penulisan musik selalu menggunakan aliran harmoni yang sangat mulus sedangkan
dalam periode klasik harmoni tetap mengalir tetapi tidak semulus zaman baroque. Jika kita lihat dalam struktur
melodi komponis baroque pun mempunyai
kesulitan yang jauh melebihi melodi pada zaman classical. Ini dapat dilihat dari struktur melodi zaman baroque yang berbentuk polifoni
sedangkan pada zaman classical
struktur melodi merupakan melodi dan iringan. Melodi dan iringan ini biasanya
berupa melodi di nada yang menglir di nada yang lebih tinggi dengan iringan
berupa broken chord (akor yang nadanya dimainkan satu per satu) di dalam nada
lebih rendah. Sedangkan dalam hal concerto pada zaman baroque jarang ditemukan tema yang disebut cadenza (tema yang mempertunjukkan
kemahiran sang solis dalam bermain) sedangkan dalam periode Classical sering sekali ditemukan tema
tersebut.
Para komponis musik
pada periode Classical ini banyak
yang berkerja sebagai pemusik kerajaan dan sebagai guru. Pekerjaannya sebagai
pemusik kerajaan sangat mendorong mereka untuk membuat karya dalam jumlah yang
banyak. Sedangkan karena mereka mempunyai pekerjaan samping sebagai guru waktu
mereka tersita dan akibatnya karya yang dihasilkan lebih sedikit daripada dalam
periode baroque.
Ciri-ciri dari musik zaman Klasik, antara lain:
·
Ornamen lebih dibatasi.
·
Adaperalihan tempo accelerando dan ritardando.
·
Adaperalihan dinamik crescendo dan decrescendo.
·
Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik).
·
Kontras pada ritme.
Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata
dan simfoni.
Sonata
adalah karya musik untuk permainan solo, sedangkan simfoni adalah untuk
orkestra. Bentuk simfoni hamper mirip dengan sonata, hanya saja simfoni
biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet, trio, dan
scherzo.
Beberapa komponis zaman klasik:
·
Franz Joseph Haydn
·
Wolfgang Amadeus Mozart
·
Carl Philipp Emanuel Bach (anak kedua dari Johann Sebastian Bach)
·
Ludwig Van Beethoven (masa peralihan zaman Klasik dan zaman Romantik)
6. Zaman abad Romantik
( 1820 – 1900 )
Zaman Romantik merupakan zaman sejarah musik Barat yang
berlangsung tahun 1815 sampai 1910 . Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Klasik
dan sesudah Zaman Modern Musik Zaman Romantik di kaitkan dengan Zaman Romantic
movement pada sastra , seni filsafat , walaupun pembatasan Zaman yang di
gunakan dalam musikologi sangat berbeda dalam pembatasan Zaman dalam seni lain
( 1780-an sampai dengan 1840-an ) . Sebenarnya era musik tersebut di namakan
Romantik karena dapat menggambarkan adanya ekspresi pada komposisi musik pada
jangka waktu tersebut . beberapa karakteristik dari musik dari Zaman Romantik :
- Ekspresi pribadi lebih intens
dipakai dimana fantasi, imajinasi, dan pencarian petualangan memainkan
peranan penting.
- Penekanan pada lirik, melodi,
harmoni yang lebih kaya, terkadang kromatik dengan menggunakan perbedaan
yang mencolok.
- Rasa yang lebih baik pada
ambiguitas, terutama pada tonality atau fungsi harmonik dan juga dalam
ritme/irama.
- Padat, tekstur yang lebih tebal
dengan kontras dramatis yang besar, mengeksplorasi lebih luas nada,
dinamika dan warna nada.
- Perluasan dengan orkestra,
terkadang dengan proporsi yang sangat besar, penemuan sistem katup
mengarah ke pengembangan bagian kuningan (brass section).
- Memiliki potongan-potongan lagu
yang kaya, klimaks yang spektakuler, dramatis, dan dinamis.
- Lebih dekat dengan seni lainnya
yang menyebabkan minat lebih banyak pada program musik (simfoni, symphonic
poem, overture).
- Karya panjang dibawa menggunakan
tema berulang (recurring themes).
- Keahlian teknis yang lebis besar.
Beberapa komposer pada Zaman Romantik :
1.
Johann
Sebastian Bach 1685 - 1750
2.
Ludwig
Van Beethoven 1770-1827
3.
Anton
Reicha 1770-1836
4.
Johann
Wilhelm Wilms 1772-1847
5.
Bernhard
Henrik Crusell 1775-1838
Pemain Gitar Klasik pada zaman Romantik :
1.
Johann
Sebastian Bach ( Lahir di Eisenach , Jerman , 21 Maret 1685 – meninggal 28 juli
1750 pada umur 65 Tahun )
2.
Antonio
de Torres Jurado ( Lahir di Almeria , Andalucia , Spanyol , 13 Juni 1817 – 19
November 1892 )
7. Zaman abad Modern ( 1900 – sekarang )
Musik modern yg perkembangan awal nya
di abad pertengahan hingga akhir abad ke-19 pada era musik klasik didominasi
oleh sistem Tonal.Hingg saat itu perkembangan musik adalah suatu gerakan yg
merupakan reaksi dari jaman sebelumnya.Kebangkitan Renaissans adalah reaksi
dari abad pertengahan;Barok adalah reaksi dari Renaissanas, Klasik dari
perkembangan musik Barok, Romantik dari perkembangan musik Klasik.
Berbeda dengan yg lainnya, modrenisne abad ke-20adalah reaksi
terhadap keseluruhan priode sebelumnya abad ke-20 adalah perkembanga terhadap
keseluruhan priode sebelumnya. Hal tersebut dapat menolak Tonalitas musik
modern (tonalitas merupakan sebuah sistem
relasi antara nada maupun akor yg
telah banyak di kenal dalam musik Klasik eropa dan menjadi fundasi musik
populer di bumi ini ) yg medominasikan musik Klasik selama ini
Dalam
perkembangan musik abad ke-19, juga melahirkan musik kontenporer. Musik
kontenporer yaitu musik yg bersifat kekinian, belum memiliki batas akhir dan
masih terus berkembang. Musik Klasik dalam pengertian jaman atau era, telah
berakhir sejak era abad ke -18, sedangkan pengaruhnya masih kuat pada abad
ke-19 namun musik Klasik dalam pengertian umum masih terus di kembangkan dengan
berbagai kemungkinan baru, musik era abad ke-20 dimulai pada tahun 1900 hingga
tahun 2000. Sedangkan musik komtenporer (pernah di kupas di praise #7) di mulai
pada tahun 1975higga sekarang.
Dari tahun
1975 hingga tahun 2000 adalah masa dimana musik era abad 20 dan kontenporer berjalan
berdampingan.Ciri dan tokoh musik abad 20 diawali oleh Claude Debussy yg
mengusung gaya impresionis.
Para komposer benua
Amerika memulai karirnya di bidang musik dan berjaya seperti Charles Ives, John
Alden Carpenter, dan George Gershwin. Masih ada juga Arnold Schoenberg yang
lulusan akademi Vienna yang mengembangkan teknik 12 nada. Alat musik yang
digunakan pada era ini terus digunakan hingga sekarang.
Bentuk dan tipe musik pada abad 20 ini lebih
bervariasi. Para komponisnya sangat bebas berekspresi dan berimajinasi, tidak
terpaku pada suatu aturan tertentu. Jenis musiknya banyak sekali, dapat berupa
neoklasik, ekspresionisme, serialisme, musik elektronik dan musik minimalis.
Contohnya adalah aliran ekspresionisme dari Schoenberg, neoclassical dari Igor
Stravinsky, aliran futurism dari Luigi Russolo, Alexander Mossolov, Prokoliev,
Antheil. Selain musik-musik tersebut, masih ada aliran microtonal dari Julian
Carillo, Alois Haba, Harry Partch, dan Ben Johnston. Lalu masih ada aliran
sosialis dari Prokofiev, Gliere, Kabalevsky, dan komposer dari Russia lainnya.
Selanjutnya, Steve Reich dan Philip Glass mengusung musik dengan harmony yang
simple dan ritme minimalis. Musik bersifat konkrit dari Pierre Schaeffer dan
musik intitusif seperti Karlheinz Stochausen. Terakhir, ada musik serialisme
dari Pierre Boulez, musik politik dari Pierre Boulez, dan musik aleatoric dari
John Cage.
Warna dan pola nyanyian
jemaat abad ke-20 mulai menunjukkan kesan berbeda. Jika diperbandingkan dengan
nyanyian jemaat abad-abad sebelumnya, maka syair-syair baru ini membuka tempat
bagi ekspresi yang bersifat “horisontal membumi”. Yang dimaksud adalah
diangkatnya pergumulan-pergumulan konkret manusia dan tata masyarakatnya dalam
bahasa dan syair nyanyian yang terus terang namun tetap estetis. Ini merupakan
hal baru dalam musik liturgi. Sebelumnya, bahasa nyanyian jemaat sebatas pada
ungkapan keagungan makhluk-makhluk sorgawi dan kesalehan orang per orang.
Suatu topik “baru”, muncul dalam sejarah musik
gereja. Hal ini melengkapi yang telah ada sebelumnya menjadi tiga tahap. Kita
bersyukur bahwa regenerasi dalam nyanyian jemaat masih berlangsung. Ketiga
tahap dalam nyanyian jemaat adalah sebagai berikut :
Pada tahap pertama, keagungan Tuhan, kemuliaan Trinitas menjadi tema nyanyian
yang menonjol. Syair nyanyian membicarakan makhluk-makhluk sorgawi dan melulu
dalam bahasa agung, seperti : Te Deum Laudamus, Gloria Patri, Te Decet Laus,
Magnificat, Agnus Dei, dsb. Nyanyian ini sangat dominan dalam musik Latin
hingga Abad-abad Pertengahan dan bahkan memasuki zaman Reformasi.
Tahap kedua,
perilaku dan kesalehan manusia mulai terungkap secara lebih terbuka. Ungkapan
aku dan Engkau – yakni terjadinya hubungan intim antara manusia dan Allah –
mengisi syair-syair dari tahap ini. Munculnya puritanisme, pietisme, ekspansi
negara-negara tertentu, spiritualisme kulit hitam, dan sebagainya merupakan
latar belakang tema-tema ini.
Tahap ketiga, soal-soal konkret yang dialami
manusia dan dunia mulai diungkapkan dalam bahasa manusia. Masalah keadilan,
perdamaian, tata masyarakat, kemiskinan, kaum buruh, lingkungan hidup,
dibicarakan dalam nyanyian jemaat secara terbuka. Hal ini seperti yang ditulis
oleh pemazmur secara nyata, jujur dan terus terang.
Tahap kemudian tidak menggantikan tahap sebelumnya.
Nyanyian jemaat dari abad-abad lalu tidak terbuang sama sekali dalam liturgi
seiring munculnya tema-tema baru. Tahap kemudian justru memberikan alternatif
dan keragaman. Kini, musik gereja memperoleh keanekaan dengan masuknya tema-tema
baru tersebut.
Suatu studi tentang masa yang silam mengungkapkan,
bahwa gereja Kristen telah mewarisi kekayaan musik sepanjang abad Baru
sumber-sumber seperti: terjemahan dari lagu-lagu pujian Yunani dan Latin, lagu
pujian dan nyanyian untuk paduan suara dari periode Reformasi; nyanyian mazmur
metrikal yang dimasukkan Calvin, Marot, dan penyanyi mazmur pada zaman itu;
lagu lagu pujian Watts, Wesley yang mengandung unsur “ketenangan manusiawi” dan
komposer abad ke-17 dan 18 lain yang memiliki ajaran doktrin yang kuat,
musik-musik Injil dari abad ke-19 dan ke-20, terutama sangat berguna untuk
usaha penginjilan dan akhir abad ke-19 dan ke-20 dengan penekanan kuat pada
tingkah laku kristiani dan tanggung jawab sosial terhadap Injil. Sebuah lagu
pujian gerejawi yang baik seharusnya mewakili seluruh unsur-unsur komposisi
yang baik. masa sekarang dan ke masa depan menunjukkan banyak trend yang akan
menguasai musik gereja injili. Semakin banyak sekolah Alkitab, akademi, dan
seminari yang memberi penekanan dan pengajaran tentang musik gereja lebih
daripada sebelumnya.
Akhir-akhir ini semakin banyak pimpinan gereja yang
tertarik untuk mengembangkan musik gerejawi. Ada beberapa seminar bahakn
sekolah tentang musik. Semakin banyak gereja yang menyadari akan pentingnya
paduan suara dan untuk itu persiapan memang harus dilakukan sejak usia dini,
yaitu sejak di Sekolah Minggu, dan sesuai dengan kelompok usia. Selamanya,
karena musik dan pendidikan memiliki hubungam erat, maka suatu program musik
yang terpadu di gereja merupakan alat yang penting untuk mengembangkan suatu
program pendidikan Kristen yang kuat. Tetapi, perlu kita akui bahwa masih
banyak yang harus dibenahi.
terimakasiih sahabat idham blogger :D :D :D